Kartu Kredit


[?] Salah satu merchant/hotel mengambil dana dari kartu kredit saya tanpa persetujuan. Mereka mengaku khilaf dan sanggup mengembalikan dana yang diambil.Namun sampai sekarang belum dilaksanakan. Adakah tidakan hukum yang bisa saya lakukan dan ini termasuk pelanggaran pasal berapa perdata? Terimakasih
Edy


Kepada Sdr. Edy
Suatu perbuatan yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu yang tidak pada tempatnya tentunya akan membuat orang dirugikan. Dalam hal ini anda sudah dirugikan karena pihak hotel telah mengambil dana dari kartu anda tanpa persetujuan. Namun pertanyaan yang anda sampaikan kuranglah lengkap, mis apakah anda menjadi tamu pada hotel tersebut atau tidak? Menjadi asumsi saya, anda tidak menjadi tamu pada hotel tersebut, namun terhadap kartu anda dilakukan pendebetan oleh hotel tersebut (kita sebut saja hotel YY). Namun persoalan menjadi tidak jelas lagi, ketika anda menyampaikan pihak hotel mengaku khilaf dan bersedia untuk mengembalikan dana yang sudah diambilnya dari kartu anda. Anda juga tidak menyampaikan dalam bentuk apakah pihak hotel menyampaikan kesanggupannya untuk mengembalikan dana yang sudah diambilnya dari kartu kredit anda. Apakah dalam bentuk tertulis; verbal/lisan (anda hadir di hotel YY); ataukah pertelepon? Bila anda ingin menjeratnya dalam tindak pidana perdata, maka anda dapat menjeratnya dengan pasal 1365 KUHPerdata tentang Perbuatan Melawan Hukum, namun demikian untuk lancar dan tidak tersendatnya proses hukum yang akan anda tempuh, anda harus memiliki bukti lain selain daripada bukti pengambilan dana dari kartu kredit milik anda, misalnya nama pihak hotel yang menyatakan kekhilafan serta kesanggupannya untuk mengembalikan dana anda; surat-menyurat apabila ada, selama proses menelusuri telah terjadinya perbuatan pihak hotel YY yang mengakibatkan timbulnya kerugian bagi anda proses apa saja yang sudah dilalui.

Salam, Tisye Erlina Yunus, SH.,MM.
NIA B.99.10408
Kerjasama DPC-Peradi-Jakarta Sebagai Mitra Klinik hukumonline.com
Kategori Perlindungan Konsumen